Sebelum Mengajukan KPR Perhatikan dulu 9 Poin Penting Ini

By:   Mahasiswa Premium Mahasiswa Premium   |   September 25, 2018
Sebelum Mengajukan KPR Perhatikan dulu 9 Poin Penting Ini
Kredit Kepemilikan Rumah

Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) kini menjadi alternatif yang lebih menjanjikan ketimbang Anda harus menunggu sampai memiliki uang yang cukup untuk membeli properti secara tunai.

Selain tidak harus menunggu lama sampai dana terkumpul, KPR dan KPA yaitu salah satu format perpanjangan waktu dan kans supaya Anda dapat lantas memiliki daerah tinggal.

Dengan KPR atau KPA, Anda tidak cuma dapat memiliki daerah tinggal lebih awal, melainkan dana yang dibayarkan dapat lebih sedikit ketimbang apabila Anda menabung dan menunggu, sementara harga properti yang mau Anda miliki akan terus membumbung dan tidak relatif murah.

Melainkan, sebelum mengajukan KPR, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui ketika mau mengajukan pinjaman untuk memiliki properti.

1. Tidak semua bank akan menerima pengajuan KPR atau KPA Anda


Bank berprofesi sama dengan perumahan atau apartemen tertentu dalam pembangunan dan pengajuan kredit bagi nasabahnya. Melainkan, karena kerja sama seperti ini cuma akan menyangkut bank tertentu, apabila Anda mau mengajukan di bank lain dengan keinginan akan menerima bunga yang lebih rendah, dapat dipastikan pengajuan ini bahkan akan ditolak.

Kerja sama bank dengan perumahan atau apartemen tertentu membuat adanya MOU tersendiri, sehingga memudahkan bagi nasabah untuk menerima pinjaman. Oleh karena itu, observasi lebih dahulu dengan siapa kerja sama ini dijalankan supaya KPR atau KPA yang diajukan bahkan lebih mudah diterima.

2. Rumah second akan lebih besar bunganya daripada rumah atau apartemen baru


Beberapa bank akan tidak mau untuk memberikan kredit untuk rumah atau apartemen yang dibeli melewati tangan kedua. Umumnya nasabah akan dikasih bunga yang lebih tinggi sebesar 2% dari pengajuan KPR atau KPA reguler untuk rumah baru, atau malahan diberi bimbingan untuk mengambil kredit multiguna dengan jaminan rumah lain. Jadi, perhatikan hal ini baik-baik supaya tidak terkena beban bunga yang lebih tinggi dari wajib.

3. Hati-hati pada ilustrasi bunga KPR atau KPA dengan cara floating


Bank akan menawarkan bunga tetap sebesar 7%-9% di 2 hingga 3 tahun pertama. Pada tahun selanjutnya, nasabah akan dihadapkan pada bunga floating. Jangan percaya pada ilustrasi ketetapan bunga floating yang mungkin terjadi sebab rincian tersebut cuma ilustrasi.

Ketetapan dari SBI yang akan menjadi acuan penentuan besaran bunga floating di tahun ke-3 atau ke-4 KPR atau KPA, besarannya bisa mencapai 4%-5% lebih besar dari bunga tetap di 2 hingga 3 tahun pertama. Jadi, jangan lalai untuk mengecek jumlah cicilan yang wajib dibayarkan menjelang masa bunga tetap usai.

4. Entrepreneur bisa mengajukan KPR atau KPA, tapi persyaratannya lebih sulit


Asumsi pendapatan yang diterima oleh seorang entrepreneur yakni jumlah pendapatan per 1 tahun dibagi 12 bulan dan cuma 10% besaran cicilan yang akan disetujui. Berbeda dengan karyawan dengan gaji tetap yang bisa dipenuhi cicilannya hingga sebesar 30%-40% dari jumlah gaji.

 ini bisa dipermudah jika seorang wiraswasta mempunyai pasangan suami atau istri, sebab keterangan pendapatan dari suami-istri akan memudahkan prosesnya.

5. Bukti pembayaran pajak dapat menolong pelaksanaan pengajuan KPR atau KPA bagi seorang wiraswasta


Bukti pembayaran pajak tiap-tiap tahunnya bagi para wiraswasta dapat memudahkan pelaksanaan pengajuan KPR atau KPA. Apalagi seandainya ternyata pajak yang dibayarkan cukup untuk menampilkan konsistensi dan peningkatan pendapatan tiap-tiap tahunnya.

6. Pastikan tidak pernah telat membayar tagihan kartu kredit


Salah satu hal yang akan menjadi pertimbangan dari bank adalah tagihan kartu kredit. Bank akan mengamati track record kredit Anda dari kartu kredit yang Anda pakai. Pastikan Anda tidak memiliki angsuran kartu kredit, seandainya ada segeralah lunasi.

Kecuali itu, pastikan Anda tidak pernah telat dalam membayar kartu kredit. Seandainya pernah telat, pengajuan KPR atau KPA akan susah dipenuhi. Oleh sebab itu, pastikan Anda tidak memiliki angsuran kartu kredit selama 6 bulan ke belakang atau buatlah pembayaran Anda tidak telat selama 6 bulan berturut-turut.

7. Seandainya menjadi nasabah prioritas, karenanya pelaksanaan pengajuan lebih mudah


Sebagian nasabah yang memiliki simpanan antara Rp 500 juta?Rp 1 miliar dapat minta untuk dijadikan nasabah prioritas.

Setelah menjadi nasabah prioritas, pengajuan KPR atau KPA akan dimudahkan, walau jumlah uang mukanya sebesar dana yang sesungguhnya akan kita pakai untuk menjadi nasabah prioritas tersebut. Anda dapat menerima fasilitas terbaik yang hanya akan ditawarkan seandainya Anda menjadi nasabah prioritas.

8. Rumah klaster, real estate dan apartemen akan lebih mudah disetujui


Salah satu rahasia dari perbankan dalam menyetujui sebuah pengajuan KPR/KPA adalah macam rumah yang diharapkan. Rumah yang berada dalam cluster atau real estate akan lebih mudah disetujui pengajuannya daripada rumah non cluster.

Pengajuan kredit apartemen juga akan jauh lebih mudah daripada rumah non cluster atau non real estate. Pengajuan KPA untuk apartemen baru juga akan jauh lebih mudah daripada apartemen lama. Jadi, amati bagus-bagus rumah atau apartemen yang akan Anda beli melewati sistem KPR atau KPA.

9. Observasi siapa pengembangnya


Seandainya pengembang properti yang berharap Anda miliki adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), karenanya Anda akan mudah untuk menerima pinjaman KPR atau KPA dari bank BUMN atau bank-bank yang memang bekerja sama dengan pengembang.

Observasi juga track record pengembang dan properti apa saja yang pernah dibangunnya supaya Anda tidak terjebak dengan pengembang nakal yang ternyata tidak memiliki izin. Tidak ini juga dapat menghindarkan Anda dari kemungkinan properti silent hills atau malah tipuan properti yang menghilangkan uang Anda.

Nah, itulah sembilan hal yang mesti Anda amati terutamanya dulu sebelum mengajukan KPR atau KPA.  ada salahnya juga untuk membandingkan beberapa bank dalam mengajukan KPR atau KPA. Pastikan juga Anda sudah melengkapi surat-surat yang diperlukan untuk mengajukan KPR/KPA supaya memudahkan progresnya.

Tampilkan Komentar