Inilah Era Marketing Terbaru Yang di Tawarkan Dengan Virtual Reality

By:   Mahasiswa Premium Mahasiswa Premium   |   September 21, 2018
Saat ini #teknologi virtual reality tidak cuma menjadi sebatas konsep futuristik. Teknologi pencitraan digital yang satu ini sudah memiliki visi baru untuk diaplikasikan dalam bermacam bidang.

Setelah sebelumnya fokus pada urusan media hiburan, pada kenyataannya virtual reality juga dapat dimanfaatkan untuk bermacam bidang lain yang malahan belum terbayangkan. Salah satunya yang paling getol sedang dioptimalkan ialah pemanfaatan di bidang marketing.

Perkembangan Penyesuaian Virtual Reality

Inilah Era Marketing Terbaru Yang di Tawarkan Dengan Virtual Reality

Faktanya, pada musim tamasya tutup tahun 2016 ini jumlah pembelian kacamata VR mengalami peningkatan yang cukup luar lazim. Di bermacam negara yang sudah tidak lazim lagi mengadaptasi teknologi VR, penjualannya dapat mencapai ribuan produk cuma dalam waktu beberapa hari. Media marketing Forrester memperkirakan, di tahun 2020 jumlah kacamata VR yang beredar di pasaran akan meningkat sampai 52 juta unit dan diaplikasikan untuk bermacam keperluan.

Lalu apa artinya ini bagi para marketer?

Tentu sebuah potensi dimana headset VR dapat diaplikasikan untuk melaksanakan upaya marketing yang pada walhasil bertujuan untuk memenangkan hati konsumen. Sebab dengan penetrasi teknologi VR yang kian tinggi, konsumen akan kian merasa terbiasa dengan penerapan VR dalam bermacam hal, utamanya dalam hal ini dalam mengenal sebuah brand bisnis.

Pemakaian Konsep Story Telling


Lalu bagaimana cara termudah untuk mendapatkan perhatian konsumen mengaplikasikan teknologi VR?

Salah satu caranya ialah dengan mengutamakan storytelling. Secara sederhana storytelling dapat dimaknai dengan bagaimana kita memberi tahu cerita yang ada di balik bisnis kita. Cerita ini dapat berkisah tentang sejarah perkembangan bisnis atau mungkin bagaimana sebuah komponen kecil dari produk kita dijadikan.

Dari sebuah penelitian dibongkar bahwa dikala ini konsumen memiliki ketertarikan yang lebih besar untuk mengenal cerita di balik sebuah bisnis atau produk tertentu. Dari situ dikala mereka beratensi dengan cerita yang dijadikan, karenanya kemungkinan untuk membeli atau mengaplikasikan jasa yang ditawarkan bakal kian besar.

Di sinilah VR mengambil peran sebagai media untuk memberi tahu cerita. Kemampuan storytelling yang diubah dalam format virtual ialah pengalaman berbeda dan juga memiliki kesanggupan daya tangkap yang lebih besar ketimbang media lain.

Tidak jarang pula saat konsumen telah mengetahui bagaimana cerita di balik bisnis kita, akan timbul kecintaan serta kepercayaan yang berujung pada loyalitas konsumen pada brand bisnis kita.

Ciptakan Pengalaman Tidak Terlupakan


Masih berhubungan dengan nilai sebelumnya, pemakaian tampilan virtual untuk melaksanakan pemasaran produk, tentu cakap memberikan pengalaman yang berbeda. Alasannya benar-benar sederhana, karena dengan pemakaian VR, mayoritas dari konsumen kita dapat merasakan bermacam hal yang malahan terkesan tidak mungkin untuk dikerjakan.

Seperti kita kenal sendiri, saat ini telah ada video VR yang memungkinkan pengguna untuk merasakan sensasi memanjat Gunung Mount Everest hingga menelusuri hutan hujan Amazon yang penuh dengan mahluk menakjubkan. Hebatnya lagi, pengalaman hal yang demikian dapat dinikmati lebih riil via adanya VR.

Lalu bagaimana pemakaian dalam bidang marketing?

Pemakaian perlu dicari oleh para marketer merupakan bagaimana mempersembahkan produk atau layanan mengaplikasikan teknologi VR. Seperti umpamanya, kelengkapan olahraga menjadi salah satu lini industri yang paling mudah mengadaptasi teknologi VR.

Perusahaan kelengkapan skateboarding, dapat memberikan pengalaman bagi pengguna untuk mencoba produk skateboard baru melainkan mengaplikasikan track virtual yang lebih menantang.

Atau model lainnya merupakan di bidang fashion. Seandainya sederhananya, dengan mengaplikasikan kacamata VR, pengguna dapat diajak untuk menelusuri lorong virtual dimana di dalamnya terdapat bermacam rak yang berisi item fashion mulai dari baju, sepatu, tas serta bermacam ragam atribut lainnya.  diperbandingkan dengan mencari via search engine, pengalaman memilih baju dengan VR tentu jauh lebih menyenangkan dan berkesan.

Dalam sebagian tahun ke depan, virtual reality sedang bertransformasi menjadi metode baru bagi konsumen untuk lebih dekat dan mengetahui tentang sebuah brand. Lebih luas lagi, akan dimungkinkan timbul kelompok sosial virtual yang tentunya benar-benar berharga bagi pemilik bisnis.

Oleh karena itu tidak ada salahnya untuk mengambil langkah lebih permulaan dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi VR. Siapa tahu, nantinya kita dapat menjadi market leader cuma berbekal kacamata virtual.

Tampilkan Komentar