Inilah Beberapa Faktor Penyebab UMKM Gagal Dalam Membangun Bisnisnya

By:   Mahasiswa Premium Mahasiswa Premium   |   September 16, 2018
Inilah Beberapa Faktor Penyebab UMKM Gagal Dalam Membangun Bisnisnya
Penyebab UKM Gagal

Fenomena ini mengingatkan kita akan beratnya kompetisi bisnis saat ini. Dulu dapat jadi pepatah dan pandangan kaya dengan muda apabila membuka toko belum dapat djadikan jaminan. Istilah buka lapak pasti ada yang serbu dan membeli belum tentu dan tidak akan berlaku lagi di zaman saat ini.

Maka dari itu coba simak fakta bahwa 90 % UKM Pasti Bangkrut dikarenakan sebagian hal ini ;

#1. Tidak Mau Belajar


Banyak UKM seringkali lupa bahwa dalam mengerjakan bisnis perlu ilmunya. Banyak dari pengusaha pemula menganggap bisnis yaitu ilmu lapangan yang tidak memerlukan teori dan pelajaran. Sehingga yang terjadi bisnis yang dijalani tidak jelas arahnya dan bagaimana mengatur dan memanajemen agar dapat bertahan.

#2. Mau Instan dan Cepat Untung


Sukses itu berpola, gagal juga berpola. (Jaya Setiabudi ? Yuk Bisnis)

Selain itu hal yang menyebabkan pengusaha mudah sekali bangkrut yakni prinsip berharap kencang dan instan. Sehingga yang terjadi yakni semua keputusan dan agenda bisnis hanya dilihat sebuah agenda rentang pendek dan tidak memprediksi beragam kemungkinan yang terjadi sehingga tidak ada pegangan sehingga umpamanya ada sebuah krisis yang tidak terduga datang.

#3. Tidak Disiplin dan Berkonsisten


Disiplin diri merupakan kekuatan yang mengaitkan antara tujuan hidup dan pengorbanan menempuh tujuan. ( Jim Rohn).

Bukan cuma menjadi seorang pegawai. Kadang istilah menjadi pengusaha memiliki waktu fleksibel membuat sebagai besar pengusaha pemula menganggap berwirausaha dapat tutup dan buka sesuka hati. Memutuskan sendiri kapan mau jualan atau tak. Sedangkan dengan tak ada konsistensi seperti ini. Pelanggan yang setia akan berpikir bahwa UKM dan pengusaha hal yang demikian tak serius menjalankan bisnis dan tak professional. Di tambah lagi, saat pelanggan benar-benar membutuhkan produk yang tersedia di unit usaha hal yang demikian. Percayalah, lambat laun pelanggan akan segera pergi bisnis anda dan tak kembali lagi.

#4. Tidak Ingin Mengambil Risiko


Dalam hal ini pengusaha yang cuma bermain zona nyaman. Sehingga yang terjadi ialah banyak peluang ? peluang besar untuk usaha itu berkembang terlewatkan semacam itu saja karena tidak ingin mengambil risiko. Usaha yang biasanya penuh dengan terlalu banyak pertimbangan dan takut akan resiko biasanya akan situasi stagnan, tidak ada perubahan dan rapuh. Sehingga apa jikalau ada usaha lain dengan DNA yang sama akan gampang tergerus dan malah hilang.

#5. Mengambil Keputusan dengan Emosi Bukan Data


Perlu anda tau bahwa ukuran emosionil seseorang itu bukan cuma diamati dari ekspresi lahiriah, kata-kata, atau kemarahan. Tetapi juga mencakup hal dibawah ini :

  • Tak konsisten dalam bersikap
  • Ceroboh dalam bersikap
  • Tak berfikir jangka panjang
  • Gampang menyerah dikala menghadapi masalah
  • Terlalu terburu-buru dikala mengambil keputusan (nekat)


Menjadi sosok pengusaha tangguh dan usaha yang tangguh mesti bisa membedakan dua hal ini. Antara emosionil dan juga logika dalam melakukan bisnis. Dua hal ini mesti dalam keadaan berimbang. Sekiranya salah satunya memiliki kecenderungan dikhawatirkan bahwa keputusan yang diambil tidak ideal. Khususnya contoh dalam berbisnis dengan melibatkan keluarga yang cenderung adanya ketakutan dan ketidakenakan sekiranya ada nilai profesionalitas yang sirna. Kemudian melakukan pola marketing cara lama cuma memakai feeling dan intuisi pribadi tidak berdasarkan data ? data yang ada.

#6. Tidak Mau Transformasi


Hal yang terakhir merupakan tidak adanya transformasi. Seperti sebelumnya dibuktikan. Berbisnis di zaman ini tidak dapat memakai prinsip lama dengan buka took kemudian pelanggan kemudian berdatangan. Pelanggan di masa kini merupakan mereka sangat cerdas dapat memilih dan memutuskan dengan banyaknya absensi berita di pelbagai media. Maka dari itu, UKM wajib sanggup memperjelaskan value yang mau di sampaikan bagus dari produk, perusahaan dan service yang diberikan. Malah wajib bertransformasi dan turut memakai media digital bagus itu media social, web, dan juga memakai marketplace. Kalau produk hal yang demikian produk retail dan sanggup menjangkau banyak pasar.

Tampilkan Komentar